Bisnis Dan Ruang Lingkupnya.

Bisnis Dan Ruang Lingkupnya.

Menurut pasal 1 UU no 19 Th 2002 yang dimaksud dengan hak cipta adalah hak eklusif bagi pencipta atas pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaanya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Penciptaan adalah seorang atau beberapa orang secara bersama-sama yang atas inspirasinya melahirkan suatu ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran, imajinasi, kecekatan, ketrampilan atau keahlian yang dituangkan kedalam bentuk yang khas dan bersifat pribadi. Sedangkanciptaan adalah hasil setiap karya pencipta yang menunjukan keasliannya dalam lapangan ilmu pengetahuan, seni atau sastra. Menurut pasal 12 UU hak cipta adalah sebagai berikut :
1. Buku-buku, program komputer, software, pamflet, karya tipografis
2. Ceramah, kuliah, pidato atau ciptaan lainnya yang diwujudkan dengan cara pengucapan
3. Alat peraga yang dibuat guna tujuan pendidikan dan ilmu pengetahuan
4. Karya siaran
5. Pertunjukan
6. Lagu-lagu, juga rekamanya
7. Seni batik
8. Peta
9. Karya fotografi
10. Karya senimatografi
11. Terjemahan dan tafsiran meskipun hak cipta karya asli tetap dilindungi
Pekembangan pengaturan hukum hak cipta sejalan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dewasa ini, bahkan perkembangan perdagangan internasional, artinya bahwa konsep hak cipta telah sesuai dengan kepentingan masyarakat untuk melindungi hak-hak si pencipta berkenaan dengan ciptaannya bukan kepada penerbit lagi.

uang lingkup CSR mestinya lebih mengarah ke tujuan dan target SOSIAL pada ruang lingkup suatu daerah tertentu yang dinilai perlu dipertanggungjawabkan dengan skala prioritas, implikasinya dengan menilai secara pengamatan dan komunitas yang dominan dapat mempengaruhi perubahan hidup dan lingkungan masyarakat itu ke arah yang lebih baik dan positif, implikasinya sebatas kemampuan bisnis si pemilik (keadilan bisnis) uang lingkup CSR mestinya lebih mengarah ke tujuan dan target SOSIAL pada ruang lingkup suatu daerah tertentu yang dinilai perlu dipertanggungjawabkan dengan skala prioritas, implikasinya dengan menilai secara pengamatan dan komunitas yang dominan dapat mempengaruhi perubahan hidup dan lingkungan masyarakat itu ke arah yang lebih baik dan positif, implikasinya sebatas kemampuan bisnis si pemilik (keadilan bisnis)

Paradigma baru memaknai manajemen publik sebagai suatu pendekatan yang mempergunakan teknik-teknik manajerial (yang seringkali berasal dari sektor swasta) untuk meningkatkan nilai uang yang diperoleh dari pelayanan publik. Beberapa isu yang berbeda dalam manajemen publik dibandingkan dengan administrasi publik antara lain tentang budget management dan bukannya sekedar budget holding, lalu berkembangnya budaya kontrak termasuk kontrak dengan sektor swasta dalam penyediaan layanan publik, kemudian kontrak dalam hal kepegawaian yang berlaku dalam periode tetap tertentu dan memungkinkan untuk tidak diperbaharui, kewirausahaan dan pengambilan resiko.serta akuntabilitas kinerja. Perkembangan manajemen publik dalam pelayanan publik menghadapi tantangan berat terutama dalam memposisikan masyarakat sebagai pihak yang dilayani. Dalam konsep manajemen publik, masyarakat dianggap sebagai klien, pelanggan, atau sekedar pengguna layanan. Tentu hal ini merupakan cara pandang yang dapat memunculkan masalah karena pada hakekatnya masyarat tidak sekedar pengguna tapi justeru stakeholder utama layanan publik sebagai konsekuensi posisi masyarakat sebagai warga (citizen).

Tentang Ridwan 1EB07

I do not know ..
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s